SERUI- Kelompok Tentara
Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) wilayah Yapen Timur,
Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, pimpinan Kris Nussy alias Kurinus Sireri yang
dikabarkan lewat Tabura Pos (Rabu/ 16 Agustus 2017) dan INFOPRESIDEN.COM, serta
SINDOnew ( Selasa/15 Agustus
2017) telah menyerahkan diri beserta
tujuh anggota setianya itu kepada Kabinda dan Satgas Amole Kodam
XVII/Cendrawasih ternyata tidak benar dan hanya pencitraan sebagai kado HUT RI
ke 72 saja.Tuesday, August 15, 2017
TIDAK ADA TPN OPM DI YAPEN YANG MENYERAH
SERUI- Kelompok Tentara
Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) wilayah Yapen Timur,
Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, pimpinan Kris Nussy alias Kurinus Sireri yang
dikabarkan lewat Tabura Pos (Rabu/ 16 Agustus 2017) dan INFOPRESIDEN.COM, serta
SINDOnew ( Selasa/15 Agustus
2017) telah menyerahkan diri beserta
tujuh anggota setianya itu kepada Kabinda dan Satgas Amole Kodam
XVII/Cendrawasih ternyata tidak benar dan hanya pencitraan sebagai kado HUT RI
ke 72 saja.NEW YORK AGREEMENT ILEGAL, MINTA SELFDETERMINATION
Jayapura- Untuk
memperingati perjanjian New York 15 Agustus 1962. Solidaritas Nasional
Mahasiswa dan Pemuda Papua (SONAMAPP) melakukan seminar sehari di Gereje Bethel
Indonesia Polimak II. Dengan mengangkat thema “Orang Papua Melawan Lupa”. Dalam seminar itu, hadir Perdana
Menteri Negara Federal Papua Barat, EV. Edison K. Waromi, SH.
Waromi hadir sebagai salah satu
pemateri dengan membawa materi tentang keabsahan dari New York Agreement 15 Agustus 1962. Sementara dua pemateri lain
adalah Pdt. Dora Balubu, S.th yang membawa materi Pelanggaran HAM di Papua dan
Marthen Manggaprouw membawa materi Peran Pemuda Dalam Revolusi Penentuan Nasib
Sendiri.
Friday, March 17, 2017
MAMA, IJINKALAH SAYA MENGHAPUS RASA MALU INI
Oleh,
Pilipus Robaha*
Jujur! Ada banyak
perempuan yang cantik di dunia. Tetapi perempuan tercantik di dunia bagi anakmu
ini hanyalah kamu mama, itu yang pertama. Yang kedua menantumu, istri saya. ke tiga
saudara-saudara perempuan saya, dan berikut adalah kamu, yaaaaa kamu perempuan
yang membaca tulisan saya ini. Mama! kamu pantas mendapatkan pujian itu, karena
tanpa dirimu, saya tidak bisa melihat perempuan-perempuan cantik yang pernah saya lirik juga yang tercantik
kedua yang kini saya cintai, istri saya tentuhnya. Sekali lagi, terimah kasih
mama. Separuh kencantikan wajahmu serta separuh kepribadianmu telah kau wariskan ke saya, lewat darah yang
mengalir dalam tubuh saya juga lewat didikanmu. Thursday, March 2, 2017
PT. FREEPORT INDONESIA, BAHAYA PERANG DI TIMUR INDONESIA
Oleh, Pilipus Robaha*
***PT FREEPORT INDONESIA. Sudah lebih
dari ratusan artikel menuliskan tentang perusahan tambang terbesar di dunia
itu. Dan ada beberapa yang sempat saya baca dan dua yang masih saya ingat
judulnya “Kesenjangan Upah di Freeport Disebut Bentuk Neo-Kolonialisme” dan “Sejara
Freepot di Indonesia” itu dua judul yang masih saya ingat, sayangnya saya lupa
penulisnya. Dua artikel itu, saya baca di Berdikari online. Dan tiada salahnya kan bila saya menambah daftar orang yang
pernah menulis artikel tetang perusahan yang mempekerjakan lebih dari 32.000
orang itu, dengan kepribadian sendiri. Mengingat lagi hangat-hangatnya
perebutan saham antara Indonesia yang adalah satpam dan McMoRan sebagai pemilik
saham. Sementara orang Papua sebagai pemilik kekayaan alam yang dieksploitasi
diam membisu***Wednesday, February 22, 2017
JEJAKI LANGKAH SEBELUM HILANG DITELAN WAKTU
Oleh, Pilipus Robaha*
“didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah
penguasa dengan perlawanan” begitulah Seruan Minke, dalam Roman Tetralogi
berjudul “JEJAK LANGKAH” karangan Pramoedya Ananta Toer, salah satu penghuni
kamp kerja paksa di pulau buruh. Seruan Minke pada 1900an ini masih jitu dan
relevan untuk di seruhkan kepada Pemuda dan Mahasiswa Papua. Ada apa? Dan
mengapa? Seruan yang telah berumur usang itu masih dianggap relevan!? Karena
suatu sebab pasti memiliki akibatnya sendiri. Oleh sebab itu, sebelum akibat
dari penyebab itu terjadi marilah kita beroganisasi untuk mendidik rakyat akan
konsekuensi dihari esok yang adalah akibat dari sebuah sebab dimasa lalu. Serta
sikap masa bodoh dan malas tahu dihari ini. Kita belum terlambat untuk
memulainya! Sebab Minke juga bukan orang pertama yang mengobarkan pendirian
organisai modern. Tapi ia sadar bahwa bangsanya belum terlambat untuk
memulainya.
ANG SAN MEY: HATINYA TIDAK SESIPIT MATANYA
Oleh,
Pilipus Robaha*
Diakhir
tulisan saya yang berjudul “JEJAKI LANGKAH SEBELUM HILANG DITELAN WAKTU” wanita
bermata sipit bernama Ang San Mey dengan kepribadian dan kecintaanna terhadap
tanah airnya yang meruntuhkan hati Minke, pribumi terpelajar dan terhormat di
mata Gubernamen Hindia Belanda saya singgung sedikit. Jujur saya terpikat hati oleh
ceritanya dan orangnya. Tapi sayang ia ditakdirkan hanya untuk Minke dan
tunangannya yang bernasib buruk. Selebih-lebihnya untuk rakyat dan negerinya. Sedangkan
saya ditakdirkan hanya untuk mencintai perempuan pribumi Papua dari teluk
Yotefa. Selebih-lebihnya pula untuk negeri dimana Burung Cendrawasih terbang
liar dan bangsa saya yang hitam kulit keriting rambut. Bolehlah jujur sekali
lagi! Keterpikatan serta keharuan saya akan kisah hidup dan kepribadian Ang San
Mey membuat pujian berkecap-kecap menerobos keluar dari dalam hati.
PENGARUH RUANG DAN WAKTU
Oleh, Pilipus Robaha*
Ruang
dan waktu sangat mempengaruhi kepribadian, karakter, dan pengetahuan seseorang.
Juga membentuk perabadan manusia. Entah skala komunitas atau bangsa. Jika pada
usia anak dan remaja, ruang dan waktu mempengaruhi dan membentuk karakter serta
kepribadiannya. Sedangkan pada usia pemuda, ruang dan waktu mempengaruhi pengetahuannya.
Ini bukan berlaku bagi pemuda yang berstatus mahasiswa saja, tetapi pengangguran
juga. Bahkan pemuda yang masih polos katanya. Mahasiswa tidak selamanya lebih
tahu dari non mahasiswa. Ruang dan
waktu itu bisa lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja. Sehebat-hebatnya
ruang dan waktu dapat mempengaruhi seseorang. Namun dapat dirubah oleh seorang
pula yang telah menjadi bagian dari peradaban para ruang dan waktu tersebut.
Tergantung kepekaan, hati nurani, dan kemauan untuk merubah tanpa dipaksa apa
lagi dibayar. Juga buka harus seorang bergelar sarjana.
Subscribe to:
Posts (Atom)