Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Thursday, November 30, 2017

PERNYATAAN SIKAP TERBUKA SONAMAPPA


KALAU BUKAN TERORIS, STOP TEROR  KAMI.
Setelah penangkapan Riky Karel Yakarmelena, Aktivis SONAMAPPA, pada (Kamis /23 November 2017)  jam 17:00 WP di dalam rumahnya di Polimak II, Jayapura-Papua oleh Aparat Kepolisian Republik Indonesia-Resort Jayapura Selatan. Kini giliran Ketua Umum SONAMAPPA. Ketua Umum SONAMAPPA yang juga Ketua Departemen Organisasi dan Kaderisasi Mahasiswa Univeristas Negeri (UNCEN) Papua. Bedanya, Ketua Umum SONAMAPPA bukan di tahan polisi, tapi di hadang dan di keroyok oleh orang yang tak dikenal. yang menurut kami adalah “orang terlatih”.

Insiden penghadangan dan pengroyokan tersebut terjadi pada  pagi hari (Rabu 29/ November 2017/ Jam 03:10).

Wednesday, November 29, 2017

KRONOLOGIS PENGROYOKAN KETUA UMUM SONAMAPPA

KRONOLOGIS 
PENGROYOKAN TERHADAP KEPALA DEPERTEMEN PENDIDIKAN DAN KADERISASI KEMASISWAAN UNIVERSITAS NEGERI CENDRAWASIH PAPUA, KRISTIAN CLAUS ALBERTH PEPUHO.

Runutannya, pada (Selasa/28 November 2016) sekitar Jam 10.00 malam Claus Pepuho dari Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa UNCEN di Perumanas III Waena Menuju Rumah Neneknya di Expo, depan POM Bensin. Korban menggunakan Motor Yamaha Mio warna biru dengan nomor DS 5660 AL, milik Presiden Eksekutif Mahasiswa UNCEN, Paskalis Boma.

Jam 11: WP Claus bergerak dari rumah neneknya menuju Auditorium UNCEN. Dari Auditorium UNCEN Korban jalan ke LAB Antropologi. Sesampai di LAB Antropologi, korban bertemu dengan 5 orang Mahasiswa Antropologi dan duduk bercerita dengan ke 5 Mahasiswa tersebut hingga Jam 03:00

Dari LAB Antropologi pada ( Rabu/29/November 2017) sekitar Jam 3 Subuh Claus meninggalkan LAB Antropologi. Berencana pulang kerumah. Namun sesampainya di Gapura UNCEN Abepura. Claus bertemu dengan seorang teman dari wilayah pegunungan yang hendak pergi ke rumah keluarganya di belakang Ramayana Kota Raja. Claus yang adalah aktivis Mahasiswa Juga adalah Ketua Umum Solidaritas Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua (SONAMAPPA) mengantar temannya tersebut ke Ramayana. Sesampai disana, korban balik  kearah abe. Hendak pulang ke rumahnya di Jalan Proyek, Perumnas II Waena.

PERNYATAAN SIKAP TERBUKA SONAMAPPA KALAU BUKAN TERORIS, STOP TEROR KAMI.


Setelah penangkapan Riky Karel Yakarmelena, Aktivis SONAMAPPA, pada (Kamis /23 November 2017)  jam 17:00 WP di dalam rumahnya di Polimak II, Jayapura-Papua oleh Aparat Kepolisian Republik Indonesia-Resort Jayapura Selatan. Kini giliran Ketua Umum SONAMAPPA. Ketua Umum SONAMAPPA yang juga Ketua Departemen Organisasi dan Kaderisasi Mahasiswa Univeristas Negeri (UNCEN) Papua. Bedanya, Ketua Umum SONAMAPPA bukan di tahan polisi, tapi di hadang dan di keroyok oleh orang yang tak dikenal. yang menurut kami adalah “orang terlatih”.

Monday, October 16, 2017

ROSA, ADIK PEREMPUAN DARI SEORANG AKTIVIS DITABRAK LARI

Dok V Jayapura-Papua. Rosalinda Fonataba, siswa Kelas 2 SMK Negeri 3 Jayapura, Jurususan Electro yang sering memposting koleksi foto pribadinya yang berlatar Bendera Bintang Fajar sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan penentuan nasib sendiri rakyat Papua, ditabarak dari belakang oleh mobil Jazz putih dengan nomor DS 13 berlambang Polisi, di Dok V Jayapura,  sekitar pukul 16:00.

Di curigai bahwa kendaraan yang menabraknya, milik anggota kepolisian sebab dibagian belakang mobil Jazz putih bernomor plat 13 tersebut ada tertulis letin 23, sebuah istilah dalam Kepolisian atau pun Tentara untuk kesenioran dalam kepangkatan. Juga, karena mobil tersebut membututinya dari arah Kota. Seperti yang laporkan oleh Korban Vis messenger.

“sore kaka. Z dapat tabrak di Dok V” “Yang tabrak z, sepertinya itu polisi. Karena di belakang mobil itu ada tulisan letin 23. Terus plat mobil itu lambang polisi, nomor Ds-nya 13” .

Dari insiden tabarak lari ini, korban mengalami luka-luka lecet di bagian tangan dan kakinya. Sedangkan Body motornya hancur, pecah.

Guntur Arnaldo Fonataba, Kaka kandung dari korban tabrak lari ini ketika ditanya kebenarannya. Mengatakan bahwa benar adiknya ditabrak. Tapi soal kronologisnya dia belum tahu pasti. Tapi menurut Arnaldo yang adalah aktivis Solidaritas Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua (SONAMAPPA), ini sepertinya modus teror dari kepolisian untuk dirinya dan adik perempuannya. Juga anak-anak muda Papua yang belakang ini menggila didunia maya untuk mengekspresikan dukungannya terhadap perjuangan Papua merdeka.

“ Saya juga dapat sms kalau adik saya rosa ditabrak di dok V. Dan yang menabraknya itu, katanya Polisi. Jika benar itu polisi. Maka ini adalah modus teror untuk meneror anak-anak muda Papua yang lewat dunia maya, mereka mengetahui tetang hakikat perjuangan Papua merdeka lalu mendukung perjuangan tersebut. bahkah mengekspresikan dukungan mereka lewat foto-foto mereka dengan latar benera atau menggunakan baju bergambar bendera Bintang Fajar” katanya

Dari kasus ini. Guntur mengingatkan anak-anak muda Papua yang sering memposting dukungan mereka terhadap perjuangan Papua merdeka dan memposting koleksi foto pribadi mereka yang berbahu perjuangan Papua merdeka di Facebook untuk berhati-hati.

“Dari insiden tabrak lari ini. saya mau ingatkan kita sesama aktivis Papua merdeka. Dan juga anak-anak muda Papua untuk berhati-hati, disaat berkendaraan atau pun beraktivitas diluar waktu normal. Karena ada operasi intelejen Indonesia untuk menciptakan kondisi rasa takut”. Pesannya*


(Foto diambil dari Facebook milik Korban)

Pace Tumbuna

Tuesday, August 15, 2017

TIDAK ADA TPN OPM DI YAPEN YANG MENYERAH



SERUI- Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) wilayah Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, pimpinan Kris Nussy alias Kurinus Sireri yang dikabarkan lewat Tabura Pos (Rabu/ 16 Agustus 2017) dan INFOPRESIDEN.COM, serta SINDOnew ( Selasa/15 Agustus 2017)  telah menyerahkan diri beserta tujuh anggota setianya itu kepada Kabinda dan Satgas Amole Kodam XVII/Cendrawasih ternyata tidak benar dan hanya pencitraan sebagai kado HUT RI ke 72 saja.

NEW YORK AGREEMENT ILEGAL, MINTA SELFDETERMINATION



Jayapura- Untuk memperingati perjanjian New York 15 Agustus 1962. Solidaritas Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua (SONAMAPP) melakukan seminar sehari di Gereje Bethel Indonesia Polimak II. Dengan mengangkat thema “Orang Papua Melawan Lupa”. Dalam seminar itu, hadir Perdana Menteri Negara Federal Papua Barat, EV. Edison K. Waromi, SH.

Waromi hadir sebagai salah satu pemateri dengan membawa materi tentang keabsahan dari New York Agreement 15 Agustus 1962. Sementara dua pemateri lain adalah Pdt. Dora Balubu, S.th yang membawa materi Pelanggaran HAM di Papua dan Marthen Manggaprouw membawa materi Peran Pemuda Dalam Revolusi Penentuan Nasib Sendiri.