Wednesday, November 29, 2017

PERNYATAAN SIKAP TERBUKA SONAMAPPA KALAU BUKAN TERORIS, STOP TEROR KAMI.


Setelah penangkapan Riky Karel Yakarmelena, Aktivis SONAMAPPA, pada (Kamis /23 November 2017)  jam 17:00 WP di dalam rumahnya di Polimak II, Jayapura-Papua oleh Aparat Kepolisian Republik Indonesia-Resort Jayapura Selatan. Kini giliran Ketua Umum SONAMAPPA. Ketua Umum SONAMAPPA yang juga Ketua Departemen Organisasi dan Kaderisasi Mahasiswa Univeristas Negeri (UNCEN) Papua. Bedanya, Ketua Umum SONAMAPPA bukan di tahan polisi, tapi di hadang dan di keroyok oleh orang yang tak dikenal. yang menurut kami adalah “orang terlatih”.

Thursday, October 26, 2017

TANTANGAN GKI, HARI INI DAN NANTI

Oleh, PILIPUS ROBAHA*

Hari ini GKI di Tanah Papua genap usia 61 tahun. Sehingga benar seperti yang dikatakan oleh kawan saya, Gino Puadi, salah satu anggota pemuda dari Jemaat GKI Betania Dok IX Kali. Bahwa secara organisasi GKI sudah berusia dewasa. Sedangkan secara historis dalam artian pekabaran Injil, sudah 101 tahun, usia yang dapat dikatan cukup untuk tahan bantingan, menurut Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua dalam diskusi publik pada 25 Oktober 2017 di Aulah STT GKI I.S.Kijne Padang Bulan. Dengan mengusung thema “DATANGLAH KERAJAANMU” dalam rangkah HUT ke 61 GKI, yang diselenggarakan oleh Forum Gerakan Muda (FGM) GKI

Olek sebab itu, dalam hemat saya! Perenungan GKI secara organisasi dan secara individu manusia hari ini, di HUT ke 61 tahun adalah bagaimana merenungkan aspek fisik (jumlah bangunan), aspek intelektual, aspek emosi, aspek sosial, aspek moral, dan aspek spritual. Apa kah bertambah? atau stagnan? Dan atau telah menunjukan sikap dewasa? Berdasarkan aspek-aspek dibawah ini:

Tuesday, October 24, 2017

PEKERJAAN RUMAH BAGI INDONESIA dan ULMWP

Oleh, PILIPUS ROBAHA*
Masih dipertanyakan kebenarannya. Sampai dengan saya membuat tulisan ini, kebenaran akan petisi yang ditandatangani 1,8 (satu koma delapan) juta rakyat Papua untuk mendukung dan meminta referendum bagi bangsa Papua, yang dibawah oleh Benny Wenda ke Komite Dokolonisasi (C24) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih dipertanyakan. Di pertanyakan sampai di basis-basis perjuangan Papua merdeka.
Apa kah benar petisi tersebut telah diterima oleh ketua komite dekolonisasi PBB, Rafael Ramirez? Atau kah ditolak? Begitulah pertanyan rakyat Papua, terutama di basis-basis perjuangan, menanyakan kebenaran berita terkait petisi yang sempat menggemparkan Indonesia dan dunia itu. Serta meningkatkan rasa optimis orang asli Papua bahwa, Papua pasti merdeka, dan waktunya tidak lama lagi.
Tetapi berita yang bukan saja menggemparkan itu, tapi juga membuat rasa optimis orang Papua untuk merdeka, semakin meningkat, kemudian hilang tertutup kabut hitam nan pekat. Sebab berita yang dirilis koran Inggris, the Guardian itu mendapatkan bantahan langsung dari Ketua C24, Rafael Ramirez. Serta bantahan dan tudingan dari kementrian luar negeri Indonesia atau delegasi Indonesia.

Monday, October 16, 2017

ROSA, ADIK PEREMPUAN DARI SEORANG AKTIVIS DITABRAK LARI

Dok V Jayapura-Papua. Rosalinda Fonataba, siswa Kelas 2 SMK Negeri 3 Jayapura, Jurususan Electro yang sering memposting koleksi foto pribadinya yang berlatar Bendera Bintang Fajar sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan penentuan nasib sendiri rakyat Papua, ditabarak dari belakang oleh mobil Jazz putih dengan nomor DS 13 berlambang Polisi, di Dok V Jayapura,  sekitar pukul 16:00.

Di curigai bahwa kendaraan yang menabraknya, milik anggota kepolisian sebab dibagian belakang mobil Jazz putih bernomor plat 13 tersebut ada tertulis letin 23, sebuah istilah dalam Kepolisian atau pun Tentara untuk kesenioran dalam kepangkatan. Juga, karena mobil tersebut membututinya dari arah Kota. Seperti yang laporkan oleh Korban Vis messenger.

“sore kaka. Z dapat tabrak di Dok V” “Yang tabrak z, sepertinya itu polisi. Karena di belakang mobil itu ada tulisan letin 23. Terus plat mobil itu lambang polisi, nomor Ds-nya 13” .

Dari insiden tabarak lari ini, korban mengalami luka-luka lecet di bagian tangan dan kakinya. Sedangkan Body motornya hancur, pecah.

Guntur Arnaldo Fonataba, Kaka kandung dari korban tabrak lari ini ketika ditanya kebenarannya. Mengatakan bahwa benar adiknya ditabrak. Tapi soal kronologisnya dia belum tahu pasti. Tapi menurut Arnaldo yang adalah aktivis Solidaritas Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua (SONAMAPPA), ini sepertinya modus teror dari kepolisian untuk dirinya dan adik perempuannya. Juga anak-anak muda Papua yang belakang ini menggila didunia maya untuk mengekspresikan dukungannya terhadap perjuangan Papua merdeka.

“ Saya juga dapat sms kalau adik saya rosa ditabrak di dok V. Dan yang menabraknya itu, katanya Polisi. Jika benar itu polisi. Maka ini adalah modus teror untuk meneror anak-anak muda Papua yang lewat dunia maya, mereka mengetahui tetang hakikat perjuangan Papua merdeka lalu mendukung perjuangan tersebut. bahkah mengekspresikan dukungan mereka lewat foto-foto mereka dengan latar benera atau menggunakan baju bergambar bendera Bintang Fajar” katanya

Dari kasus ini. Guntur mengingatkan anak-anak muda Papua yang sering memposting dukungan mereka terhadap perjuangan Papua merdeka dan memposting koleksi foto pribadi mereka yang berbahu perjuangan Papua merdeka di Facebook untuk berhati-hati.

“Dari insiden tabrak lari ini. saya mau ingatkan kita sesama aktivis Papua merdeka. Dan juga anak-anak muda Papua untuk berhati-hati, disaat berkendaraan atau pun beraktivitas diluar waktu normal. Karena ada operasi intelejen Indonesia untuk menciptakan kondisi rasa takut”. Pesannya*


(Foto diambil dari Facebook milik Korban)

Pace Tumbuna

Saturday, September 30, 2017

Buah Dari Pohon Reformasi Di Bulan September

Oleh, Pilipus Robaha*

Ada apa yaaa dengan tanggal 30 September di Indonesia? Kok  rame sekali. Mulai dari Ibu Kota Negara hingga ke Papua. Padahal HUT RI itu  ada dibulan Agustus. Bulan dimana, di Nusantara Indonesia rame dengan berbagai kegiatan sosial dalam rangkah memeriahkan HUT RI pada 17 Agustus.

Atau keramaian dipenghujung bulan September ini, untuk menghilangkan demam perayaan HUT RI? Bisa juga. Tapi tidak logis karena negara yang bernama republik Indonesia ini didirikan bukan untuk 17 Agustus. Melainkan untuk apa  peristiwawa sejarah, pada 17 Agustus 1945 itu terjadi. Dan itu adalah pekerjaan yang berat, seperti yang dikatakan Presiden. Pertama RI.

Saturday, September 23, 2017

Papua Belakangan ini

Oleh, RAWARAP*

Belakangan ini tanah Papua sangat mendapatkan perhatian yang serius oleh pemerintah Indonesia. lihat saja! jumlah kunjungan Presiden Jokowi ke Papua sejak dirinya dilantik oleh, Majelis Perwakilan Rakyat RI (MPR RI) pada (20/Oktober/2014). Tercatat sudah enam kali Jokowi berkunjung ke Papua. Bahkan Presiden separuh Cina itu, berjanji akan berkunjung lagi ke Bumi Cendrawasi.  Sebuah catatan sejarah bukan!?

Kunjungan Jokowi yang ke enam terjadi pada pada (9-10/5/ 2017) dalam rangka meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, meninjau empat proyek listrikan, membagikan Kartu Indonesia Sehat, memberikan sertifikat tanah, serta meninjau Pasar Mama Papua, dan Jalan Wamena-Habema di Kabupaten Jayawijaya-Propinsi Papua.

Wednesday, September 6, 2017

PERAN INTELEKTUAL: MENGEMBANGKAN PERSPEKTIF PEMBEBASAN RAKYAT

OLEH, Rawarap*

Setiap komunitas dalam masyarakat adalah pembebas. Namun perspektif pembebasan komunitas dalam masyarakat terkadang masih terbatas. Terbatas pada pembebasan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya. Contohnya komunitas atau kelompok nelayan dalam masyarakat.  Kelompok nelayan dalam masyarakat adalah pembebas. Namun cara mereka  mempersepsikan pembebasan sering kali masih sebatas ekonomis, karena pemikirannya masih berasal dari perenungan pribadi mereka tentang mengapa mereka melaut, sebagai seorang nelayan.