Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Wednesday, November 29, 2017

RASISME & DISKRIMINASI: IDEALISME TURUNAN


Oleh, PILIPUS ROBAHA*
Saya diminta untuk memberi padangan atau tanggapan tentang rasisme dan diskriminasi dalam sudut pandang anak muda. Atau sederhananya: Apa yang anak muda tahu tentang rasisme dan diskriminasi.
Permintaan itu datang dari seorang kawan saya yang hari-harinya sibuk mengurus organisasi pemuda di gerejanya. Pesan itu tidak formal. Tapi saya yakin bahwa permintaan itu untuk sesuatu yang formal nanti. Sehingga ditengah-tengah persiapan kegiatan menjelang HUT Negara Papua Barat pada 1 Desember 2017. Maka sebagai pemuda “Mati Merdeka” sudah tentu saya sibuk. Namun ini merupakan sebuah penghormatan, menurut saya. Karena terkadang pemuda/I yang rajin beribadah memandang kami aktivis jalan yang malas ibadah dengan sebelah mata. Bukan mengedip sebelah mata. Maka saya menyempatkan diri untuk menulis pandangan saya.

Thursday, October 26, 2017

TANTANGAN GKI, HARI INI DAN NANTI

Oleh, PILIPUS ROBAHA*

Hari ini GKI di Tanah Papua genap usia 61 tahun. Sehingga benar seperti yang dikatakan oleh kawan saya, Gino Puadi, salah satu anggota pemuda dari Jemaat GKI Betania Dok IX Kali. Bahwa secara organisasi GKI sudah berusia dewasa. Sedangkan secara historis dalam artian pekabaran Injil, sudah 101 tahun, usia yang dapat dikatan cukup untuk tahan bantingan, menurut Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua dalam diskusi publik pada 25 Oktober 2017 di Aulah STT GKI I.S.Kijne Padang Bulan. Dengan mengusung thema “DATANGLAH KERAJAANMU” dalam rangkah HUT ke 61 GKI, yang diselenggarakan oleh Forum Gerakan Muda (FGM) GKI

Olek sebab itu, dalam hemat saya! Perenungan GKI secara organisasi dan secara individu manusia hari ini, di HUT ke 61 tahun adalah bagaimana merenungkan aspek fisik (jumlah bangunan), aspek intelektual, aspek emosi, aspek sosial, aspek moral, dan aspek spritual. Apa kah bertambah? atau stagnan? Dan atau telah menunjukan sikap dewasa? Berdasarkan aspek-aspek dibawah ini:

Tuesday, October 24, 2017

PEKERJAAN RUMAH BAGI INDONESIA dan ULMWP

Oleh, PILIPUS ROBAHA*
Masih dipertanyakan kebenarannya. Sampai dengan saya membuat tulisan ini, kebenaran akan petisi yang ditandatangani 1,8 (satu koma delapan) juta rakyat Papua untuk mendukung dan meminta referendum bagi bangsa Papua, yang dibawah oleh Benny Wenda ke Komite Dokolonisasi (C24) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih dipertanyakan. Di pertanyakan sampai di basis-basis perjuangan Papua merdeka.
Apa kah benar petisi tersebut telah diterima oleh ketua komite dekolonisasi PBB, Rafael Ramirez? Atau kah ditolak? Begitulah pertanyan rakyat Papua, terutama di basis-basis perjuangan, menanyakan kebenaran berita terkait petisi yang sempat menggemparkan Indonesia dan dunia itu. Serta meningkatkan rasa optimis orang asli Papua bahwa, Papua pasti merdeka, dan waktunya tidak lama lagi.
Tetapi berita yang bukan saja menggemparkan itu, tapi juga membuat rasa optimis orang Papua untuk merdeka, semakin meningkat, kemudian hilang tertutup kabut hitam nan pekat. Sebab berita yang dirilis koran Inggris, the Guardian itu mendapatkan bantahan langsung dari Ketua C24, Rafael Ramirez. Serta bantahan dan tudingan dari kementrian luar negeri Indonesia atau delegasi Indonesia.

Saturday, September 30, 2017

Buah Dari Pohon Reformasi Di Bulan September

Oleh, Pilipus Robaha*

Ada apa yaaa dengan tanggal 30 September di Indonesia? Kok  rame sekali. Mulai dari Ibu Kota Negara hingga ke Papua. Padahal HUT RI itu  ada dibulan Agustus. Bulan dimana, di Nusantara Indonesia rame dengan berbagai kegiatan sosial dalam rangkah memeriahkan HUT RI pada 17 Agustus.

Atau keramaian dipenghujung bulan September ini, untuk menghilangkan demam perayaan HUT RI? Bisa juga. Tapi tidak logis karena negara yang bernama republik Indonesia ini didirikan bukan untuk 17 Agustus. Melainkan untuk apa  peristiwawa sejarah, pada 17 Agustus 1945 itu terjadi. Dan itu adalah pekerjaan yang berat, seperti yang dikatakan Presiden. Pertama RI.

Saturday, September 23, 2017

Papua Belakangan ini

Oleh, RAWARAP*

Belakangan ini tanah Papua sangat mendapatkan perhatian yang serius oleh pemerintah Indonesia. lihat saja! jumlah kunjungan Presiden Jokowi ke Papua sejak dirinya dilantik oleh, Majelis Perwakilan Rakyat RI (MPR RI) pada (20/Oktober/2014). Tercatat sudah enam kali Jokowi berkunjung ke Papua. Bahkan Presiden separuh Cina itu, berjanji akan berkunjung lagi ke Bumi Cendrawasi.  Sebuah catatan sejarah bukan!?

Kunjungan Jokowi yang ke enam terjadi pada pada (9-10/5/ 2017) dalam rangka meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, meninjau empat proyek listrikan, membagikan Kartu Indonesia Sehat, memberikan sertifikat tanah, serta meninjau Pasar Mama Papua, dan Jalan Wamena-Habema di Kabupaten Jayawijaya-Propinsi Papua.

Wednesday, September 6, 2017

PERAN INTELEKTUAL: MENGEMBANGKAN PERSPEKTIF PEMBEBASAN RAKYAT

OLEH, Rawarap*

Setiap komunitas dalam masyarakat adalah pembebas. Namun perspektif pembebasan komunitas dalam masyarakat terkadang masih terbatas. Terbatas pada pembebasan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya. Contohnya komunitas atau kelompok nelayan dalam masyarakat.  Kelompok nelayan dalam masyarakat adalah pembebas. Namun cara mereka  mempersepsikan pembebasan sering kali masih sebatas ekonomis, karena pemikirannya masih berasal dari perenungan pribadi mereka tentang mengapa mereka melaut, sebagai seorang nelayan.

Monday, February 13, 2017

BUKAN KARENA CINTA



Oleh Pilipus Robaha*

Di bulan Februari ini, ada enam (6) hal penting yang saling terkait yang hendak saya sampaikan. Namun sebelumnya, saya dahulukan ucapan selamat merayakan Happy Valentine Day  bagi pasangan muda/i di bumi burung tercantik di dunia. Juga untuk istriku tercinta, selamat hari kasih sayang  I Love You  So Much. Tidak lupa juga, bagi mereka yang masih merawat cinta dan kasih sayang mereka semasa pacaran hingga di usia mereka yang senjah. Bahkan bagi yang masih mempertahankan janji setianya, walau telah kehilangan raga dari cintanya. Selamat Valentine Day. Dan untuk muda/i yang telah kehilangan raga dimana jiwa dari cintanya bersemayam, janganlah menutup rapat jendela hati kalian. Tetapi bukalah sedikit agar udara dan cahaya cinta yang baru merayap masuk menyegarkan ruang cinta kalian. Bahkan jika boleh! penjarahkanlah udara dan cahaya cinta yang baru masuk itu. Karena seindah-indahnya taman EDEN, tidak sempurna menurut Allah bila Adam seorang diri tanpa pasangan hidup. Begitu pula, Hawa tanpa Adam. Hhmmmmm, maksudnya hidup menjomblo itu tak sempurna walau asyik.

Tuesday, December 20, 2016

REUNI: 6 November 2016



*Oleh, Pilipus Robaha

Gelombang laut menabrak pagar betis yang tersusun berlapis-lapis serta memanjang sepanjang pantai hamadi. Mengahasilkan deburan-deburan peringatan, bahwa laut tidak selamanya akan bersahabat dengan manusia. Tetapi suatu ketika akan menjilati bibir-bibir pantai hingga zona aman manusia. Walau manusia telah berpikir untuk menghalanginya dengan tembok-tembok berbentuk tahu yang tersusun rapi sepanjang pantai. 

Angin pun tak mau kalah dari gelombang laut yang terus meneror para wisatawan pantai. Dengan kekuatannya yang sepoi-sepoi, angin meniup bulu kudu, menggemetarkan badan dan gigi, sehabis berendaman. Mengabarkan bahwa ia pun dapat menggemetarkan manusia hingga zona paling aman dari kejaran air laut.