Oleh,
PILIPUS ROBAHA*
Saya diminta untuk
memberi padangan atau tanggapan tentang rasisme dan diskriminasi dalam sudut
pandang anak muda. Atau sederhananya: Apa yang anak muda tahu tentang rasisme
dan diskriminasi.
Permintaan itu datang
dari seorang kawan saya yang hari-harinya sibuk mengurus organisasi pemuda di
gerejanya. Pesan itu tidak formal. Tapi saya yakin bahwa permintaan itu untuk
sesuatu yang formal nanti. Sehingga ditengah-tengah persiapan kegiatan menjelang
HUT Negara Papua Barat pada 1 Desember 2017. Maka sebagai pemuda “Mati Merdeka”
sudah tentu saya sibuk. Namun ini merupakan sebuah penghormatan, menurut saya.
Karena terkadang pemuda/I yang rajin beribadah memandang kami aktivis jalan
yang malas ibadah dengan sebelah mata. Bukan mengedip sebelah mata. Maka saya
menyempatkan diri untuk menulis pandangan saya.





